Minggu, 18 Agustus 2013

PHC



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sidang kesehatan dunia (World Health Assembly) tahun 1977 melahirkan kesepakatan global unutk mencapai “ Kesehatan Bagi Semua (KBS) pada tahun 2000” yakni tercapainya suatu derajat kesehatan yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomi.
Selanjutnya pada tahun 1978, dalam konferansi di Alma Ata ditetapkan prinsip-prinsip  Primary Health Care (PHC) sebagai pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi  semua (KBS) dan Indonesia ikut menandatangani, menyatakan bahwa untuk mencapai kesehatan bagi semua pada tahun 2000, PHC adalah kuncinya. Sedangkan pembangunan kesehatan masayarakat di desa adalah salah satu bentuk operasional dari PHC. Hal terebut didasari benar bahwa kesehatan adalah kebutuhan dasar dan modal utama untuk hidup, karena setiap manusia berhak untuk hidup dan memiliki kesehatan.
Kenyataannya tidak semua orang memperoleh atau mampu memiliki kesehatan yang optimal karena berbagai masalah bersama secara global. Diantaranya adalah kesehatan lingkungan yang buruk, sosial ekonomi yang rendah, yang menyebabkan tidak terpenuhi kebutuhan gizi, pemeliharaan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan lainnya.Oleh karena itu PHC merupakan salah satu pendekatan dan alat untuk mencapai kesehatan bagi seluruh tahun 2000 sebagai tujuan pembangunan kesehatan semesta dlam mencapai derajat kesehatan yang optimal.
Di Indonesia bentuk operasional PHC adalah PKMD dengan berlandaskan kepada garis-garis besar haluan Negara (GBHN) yang merupakan ketetapan MPR untuk dilaksanakan dengan melibatkan kerjasama lintas sektoral dan instansi-instasi berwenang dalam mencapai derajat kesehatan  dan kesejahteraan masyarakat.  

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang makalah diatas telah kita ketahui pembahasan yang akan dibicarakan dalam makalah ini ialah tentang Primary Health Care, yakni sebagai berikut :
1)      Apa  prinsip primary helat care dalam mencapai tujuan dan fungsinya ?
2)      Apa yang menjadi kendala dalam mencapai sasaran sehingga tujuan dari primary health care dapat di wujudkan ?
3)      Bagaimana perkembangan primary health care di Indonesia

C.    Tujuan 
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi penugasan yang diberikan oleh dosen pembimbing pada mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat, selain itu juga diharapkan agar pemakalah ataupun pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang :
1)      Pengertian, tujuan  dan fungsi dari Primary Health Care (PHC).
2)      Memahami tentang kendala yang mempengaruhi penerapan PHC.
3)      Bagaiman strategi dalam penerapan PHC dalam pelaksanaanya.

BAB II
PEMBAHASAN
      
A.      KONSEP PRIMARY HEALTH CARE (PHC)
Pelayanan kesehatan primer atau PHC merupakan pelayanan kesehatan essensial yang dibuat dan bisa terjangkau secara universal oleh individu dan keluarga di dalam masyarakat. Fokus dari pelayanan kesehatan primer luas jangkauannya dan merangkum berbagai aspek masyarakat dan kebutuhan kesehatan. PHC merupakan pola penyajian pelayanan kesehatan dimana konsumen pelayanan kesehatan menjadi mitra dengan profesi dan ikut serta mencapai tujuan umum kesehatan yang lebih baik.
Akses ke pelayanan kesehatan merupakan hak asasi manusia dan negara bertanggung jawab untuk memenuhinya. Di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia, pelayanan kesehatannya tumbuh menjadi industri yang tak terkendali dan menjadi tidak manusiawi. Sebagai hak asasi manusia, kesehatan menjadi sektor yang harus diperjuangkan,serta mengingatkan bahwa kesehatan berperan sebagai alat pembangunan sosial,dan bukan sekadar hasil dari kemajuan pembangunan ekonomi semata.
 Kesadaran ini melahirkan konsep primary health care (PHC) yang intinya adalah sebagai berikut :
1)      Menggalang potensi pemerintah- swasta-masyarakat lintas sektor, mengingat kesehatan adalah tanggung jawab bersama.
2)      Menyeimbangkan layanan kuratif dan preventif serta menolak dominasi elite dokter yang cenderung mengutamakan pelayanan rumah sakit, peralatan canggih, dan mahal.
3)      Memanfaatkan teknologi secara tepat guna pada setiap tingkat pelayanan. Berbagai negara di belahan dunia, seperti di Uni Eropa, Amerika Latin, serta di beberapa negara Asia, berhasil menata kembali sistem kesehatannya dengan kembali menerapkan primary health care (PHC) sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan.

B.     DEFINISI PHC
Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination).
Pelayanan Kesehatan Primer / PHC merupakan strategi yang dapat dipakai untuk menjamin tingkat minimal dari pelayanan kesehatan untuk semua penduduk. PHC menekankan pada perkembangan yang bisa diterima, terjangkau, pelayanan kesehatan yang diberikan adalah essensial bisa diraih,  dan mengutamakan pada peningkatan serta kelestarian yang disertai percaya pada diri sendiri disertai partisipasi masyakarat dalam menentukan sesuatu tentang kesehatan.

C.      TUJUAN PHC
1)      Tujuan Umum
Adalah mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan dicapai tingkat kepuasaan pada masyarakat yang menerima pelayanan.

2)      Tujuan Khusus
·      pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani
·      pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dialami
·      pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani
·      pelayanan harus secara maksimum menggunakan tenaga dan sumber-sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

D.    FUNGSI PHC
 PHC hendaknya memenuhi fungsi-fungsi sebagai berikut:
1.      Pemeliharaan kesehatan
2.      Pencegahan penyakit
3.      Diagnosis dan pengobatan
4.      Pelayanan tindak lanjut
5.      Pemberian sertifikat

E.     FALSAFAH
1.      PHC merupakan bagian integral dari kesehatan nasional
2.      PHC merupakan bagian integral dari perkembangan sosial ekonomi menyeluruh dari masyarakat
3.      PHC memusatkan perhatian pada masalah kesehatan utama komunity

F.     UNSUR UTAMA PHC
Tiga unsur utama yang terkandung dalam PHC adalah sebagai berikut :
1.      Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan
2.      Melibatkan peran serta masyarakat
3.      Melibatkan kerjasama lintas sektoral

G.     PRINSIP PHC
Pada tahun 1978, dalam konferensi Alma Ata ditetapkan prinsip-prinsip PHC sebagai pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua. Lima prinsip PHC sebagai berikut :
a.       Pemerataan upaya kesehatan
Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial.
b.      Penekanan pada upaya preventif
Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta individu agar berprilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit.
c.       Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan
Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage).
d.      Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian
Peran serta atau partisipasi masyarakat untuk membuat penggunaan maksimal dari lokal, nasional dan sumber daya yang tersedia lainnya. Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dan mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Partisipasi bisa dalam bidang identifikasi kebutuhan atau selama pelaksanaan.
e.       Masyarakat perlu berpartisipasi di desa, lingkungan, kabupaten atau tingkat pemerintah daerah. Partisipasi lebih mudah di tingkat lingkungan atau desa karena masalah heterogenitas yang minim.
f.       Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan
Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama pentingnya dalam mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat. Sektor-sektor ini mencakup, sekurang-kurangnya: pertanian (misalnya keamanan makanan), pendidikan, komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka); perumahan; pekerjaan umum (misalnya menjamin pasokan yang cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) ; pembangunan perdesaan; industri; organisasi masyarakat (termasuk Panchayats atau pemerintah daerah , organisasi-organisasi sukarela , dll).

H.    PROGRAM-PROGRAM PHC
a.    Asuransi kesehatan
b.    Pos obat desa (POD)
c.    Tanaman obat keluarga (TOGA)
d.   Pos kesehatan
e.    Kemitraan dengan sector diluar kesehatan
f.     Peningkatan pemberdayaan masyarakat
g.    Upaya promotif dan preventif 
h.    Pelayanan kesehatan dasar
i.      Tenaga kesehatan sukarela
j.      Kader kesehatan
k.    Kegiatan peningkatan pendapatan (perkreditan, perikanan, industri rumah tangga)

Dalam pelaksanaan PHC harus memiliki 8 elemen essensial yaitu :
a.    Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya
b.    Peningkatan penyedediaan makanan dan perbaikan gizi
c.    Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar
d.   Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB
e.    Imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama
f.     Pencegahan dan pengendalian penyakit endemic setempat
g.    Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa
h.    Penyediaan obat-obat essensial

I.       RUANG LINGKUP PHC
Dalam pelaksanaan PHC paling sedikit harus memiliki 8 elemen, yaitu sebagai berikut.
a.    Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara
b.    pencegahan penyakit serta pengendaliannya.
c.    Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan gizi
d.   Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar.
e.    Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana
f.     Immuniasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama
g.    Pencegahan dan pengendalian penyakit endemik setempat
h.    Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa.
i.      Penyediaan obat-obat essensial.

J.      KENDALA YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN PHC
Kendala yang memepengaruhi penerapan PHC adalah
a.       Masalah kependudukan
b.      Masalah lingkungan sosial budaya
c.       Masalah lingkungan fisik dan biologi
d.      Masalah ekonomi
e.       Masalah upaya kesehatan yang meliputi jangkauan upaya kesehatan, sumber daya, paran serta masyarakat, pengadaan dan pengendalian obat-obatan, manajemen upaya kesehatan  dan kerjasamam lintas sektor.

K.    CIRI-CIRI PHC
a.       Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat
b.      Pelayanan yang menyeluruh
c.       Pelayanan yang terorganisasi
d.      Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat
e.       Pelayanan yang berkesinambungan
f.       Pelayanan yang progresif
g.      Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga
h.      Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja

L.     TANGGUNG JAWAB BIDAN DALAM PHC
Tanggung jawab bidan dalm PHC lebih ditiik beratkan kepada hal-hal berikut, yaitu :
1.         Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalm pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan
2.         Kerjasama dengan masyarakat, keluarga dan individu
3.         Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat
4.         Memberikan   bimbingan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat
5.         Koordinsi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat

M.   PERKEMBANGAN PHC DI INDONESIA
PHC merupakan hasil pengkajian, pemikiran, pengalaman dalam pembangunan kesehatan dibanyak Negara yang diawali dengan kampanye masal pada tahun 1950-an dalam pemberantasanpenyakit menular, karena pada waktu itu banyak Negara tidak mampu mengatasi dan menaggulangiwabah penyakit TBC, Campak, Diare dsb.
Pada tahun 1960 teknologi Kuratif dan Preventif dalam struktur pelayanan kesehatan telahmengalami kemajuan. Sehingga timbulah pemikiran untuk mengembangkan konsep ”Upaya DasarKesehatan ”.
Pada tahun 1972/1973, WHO mengadakan studi dan mengungkapkan bahwa banyak negaratidak puas atas sistem kesehatan yang dijalankan dan banyak issue tentang kurangnya pemerataanpelayanan kesehatan di daerah – daerah pedesaan. Akhirnya pada tahun 1977 dalam SidangKesehatan Sedunia ( World Health Essembly ) dihasilkan kesepakatan ”Health For All by The Year2000 atau Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000 dengan Sasaran Semesta Utamanya adalah :”Tercapainya Derajat Kesehatan yang Memungkinkan Setiap Orang Hidup Produktif Baik SecaraSoial Maupun Ekonomi”. Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan perubahanorientasi dalam pembangunan kesehatan yang meliputi perubahan – perubahan dari :
  • Pelayanan Kuratif ke Promotif dan Preventif
  • Daerah Perkotaan ke Pedesaan
  • Golongan Mampu ke Golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
  • Kampanya Massal ke Upaya Kesehatan terpadu.

BAB II
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
PHC merupakan hasil pengkajian, pemikiran, pengalaman dalam pembangunan kesehatan dibanyak negara yang diawali dengan kampanye masal pada tahun 1950-an dalam pemberantasan penyakit menular, karena pada waktu itu banyak negara tidak mampu mengatasi dan menaggulangi wabah penyakit TBC, Campak, Diare dan sebagainya.
Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination).
Lima prinsip PHC sebagai berikut :
a.       Pemerataan upaya kesehatan
b.      Penekanan pada upaya preventif
c.       Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan
d.      Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian
e.       Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan

Di Indonesia, pelaksanaan Primary Health Care secara umum dilaksanakan melaui pusat kesehatan dan di bawahnya (termasuk sub-pusat kesehatan, pusat kesehatan berjalan) dan banyak kegiatan berbasis kesehatan masyarakat seperti Rumah Bersalin Desa dan Pelayanan Kesehatan Desa seperti Layanan Pos Terpadu (ISP atau Posyandu). Secara administratif, Indonesia terdiri dari 33 provinsi, 349 Kabupaten dan 91 Kotamadya, 5.263 Kecamatan dan 62.806 desa.
Di Indonesia, PHC memiliki 3 (tiga) strategi utama, yaitu kerjasama multisektoral, partisipasi masyarakat, dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dengan pelaksanaan di masyarakat. Dan sampai saat ini semua penerapan itu telah berjalan meskipun ada beberapa hambatan dalam pelaksanaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar